Publikasi Product Laboratorium Matematika

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pembukaan Asistensi oleh Dekan Dr. Hj. Nurul Yaqin

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

TOUR 3 Negara Dosen Prodi Tadris Matematika

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Keakraban MABA 2016

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kongres Alumni Prodi Tadris Matematika

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 16 November 2016

FDD ; Forum Diskusi Dosen


Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai satu masalah yang dilakukan oleh sekelompok orang. Diskusi merupakan suatu interaksi komunikasi antar dua orang atau lebih. Berbeda dengan bincang-bincang biasa, karena diskusi mengandung pemikiran yang melibatkan argumen-argumen rasional. Banyak ide-ide besar lahir dari suatu forum diskusi. Budaya diskusi dibutuhkan oleh semua elemen masyarakat. Tidak hanya mahasiswa atau pelajar lainnya, guru dan dosen pun juga membutuhkan diskusi. Berinteraksi dengan sesama akademisi bisa menciptakan interaksi positif dan kemajuan intelektual. Forum diskusi akan berfungsi sebagai wahana alternatif untuk lebih mempertajam analisis dan akurasi membaca masalah dunia secara keilmuan. Pada forum diskusi, seluruh teori keilmuan dapat diperdebatkan, temuan baru dapat dikuliti, sekaligus tempat ide dipersandingkan dan pendapat dikonteskan dengan argumentasi yang rasional.

Akademisi dosen di Prodi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram melakukan kegiatan rutin forum diskusi setiap tahun. Forum diskusi ini dipertajam namanya dengan Forum Diskusi Dosen (FDD). Orientasi materi yang dibahas pada kegiatan FDD di Prodi Tadris Matematika FITK IAIN Mataram selalu berubah setiap tahunnya. Hal ini disesuaikan dengan kondisi yang terjadi pada saat itu dan urgent untuk diselesaikan dengan membutuhkan pemikiran bersama. Pada tahun akademik 2014/2015 ini, orientasi materi FDD di Prodi Tadris Matematika difokuskan pada pengembangan kurikulum berbasis kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dan penyusunan Satuan Kinerja Pegawai (SKP).
   
        Maksud dan Tujuan
Berikut ini merupakan uraian maksud dan tujuan dari pelaksanaan Forum Diskusi Dosen di Prodi Tadris Matematika.
1.           Untuk mewujudkan visi dan misi Prodi Tadris Matematika.
2.   Untuk menciptakan iklim akademik yang sehat di kalangan para dosen Prodi Tadris Matematika.
3.      Untuk mengembangkan sistem perkuliahan yang unggul.
4.      Untuk menghasilkan kurikulum Prodi Tadris Matematika yang berbasis KKNI
5.      Untuk memudahkan para dosen dalam menyusun persuratan (berkas) yang berkaitan dengan kenaikan pangkat dan beban kinerja dosen. 
Forum diskusi dosen ini dilaksanakan pada 3 (tiga) session. Pada session pertama, Forum diskusi dosen diawali dengan pembukaan dimana kegiatan ini dibuka secara formal oleh Ketua Jurusan Pendidikan Matematika yaitu Dr. Syamsul Arifin, M.A. dan sekaligus menjadi moderator untuk narasumber pertama. Pada kesempatan tersebut, Bapak Dr. Syamsul Arifin, M.A. memberikan pengantar tentang pentingnya pelaksanaan kegiatan FDD. Yang selanjutnya memberikan kesempatan pada  Narasumber (Dr. Hj. Libna, M.Pd.) untuk menyampaikan materi tentang kurikulum berbasis KKNI. Penyampaian materi dari narasumber pertama berlangsung selama 30 (empat puluh) menit dan dilanjutkan dengan diskusi selama 60 (enampuluh) menit. Proses diskusi berlangsung dalam waktu lama dikarenakan antusias peserta (dosen) sangat tinggi untuk memahami tentang Kurikulum berbasis KKNI.
Session kedua dilanjutkan setelah pelaksanaan Sholat Jum’At, tepatnya pukul 13.30 WITA Session ini masih dinarasumberi oleh Ibu Dr. Hj. Lubna, M.Pd dalam bentuk simulasi penyusunan draft kurikulum berbasis KKNI terkhusus untuk jurusan pendidikan matematika. Simulasi berlangsung selama 120 (seratus duapuluh) menit sehingga tepat berakhir di jam 15.30 WITA. Session ini diakhiri dengan tersusunnya draft Kurikulum Pendidikan Matematika berbasis KKNI. Draft kurikulum tersebut dapat dilihat pada Lampiran 2.
Session ketiga dilanjutkan pada pukul 16.00 setelah jeda sholat Ashar. Materi pada Session tiga ini adalah teknis penyusunan Satuan Kinerja Pegawai (SKP) yang dinarasumberi oleh Alfira Mulya Astuti, M.Si. Session ini berlangsung selama 60 (enampuluh) menit sehingga berakhir tepat di pukul 17.30. Kegiatan FDD ini kemudian dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama di lokasi pelaksanaan FDD.
     Hasil Diskusi
1.      Penanya : Dr. Fathurrahman Mukhtar, M.Ag.
Pertanyaan.
a.    Dosen dianggap berada pada Level 8 dan 9 berdasarkan kurikulum berbasis KKNI. Apakah betul sudah memenuhi persyaratan tersebut?
b.  Solusi apakah yang harus dilakukan agar mahasiswa memenuhi kompetensi yang diharapkan dari kurikulum berbasis KKNI?
Jawaban.
a.    Dosen diasumsikan telah memenuhi persyaratan pada Level 8 dan 9 di kurikulum berbasis KKNI dikarenakan dosen yang akan menerapkan kurikulum tersebut dan telah lulus uji kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi.
b.      Membutuhkan pemikiran bersama, proaktif dengan pihak kementrian
2.      Penanya : Dahlia Hidayati, M.Fill
Pertanyaan.
Mengapa mahasiswa IAIN Mataram tidak dibekali dengan keilmuan di luar dari ilmu keguruan? Hal ini berhubungan dengan ahli status dari IAIN menuju UIN.
Jawaban.
Semuanya berawal dari Learning Outcome, Di sana akan dirumuskan secara detail capaian sebagai profesi di luar guru. Kalau kita mau mahasiswa menjadi teknisi, perlu dicocokana juga, apakah kita telah punya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidang tekhnisi. Maka dari itu, kita harus merencanakan dengan detail di learning Outcome pada kurikulum. Jika kita tidak punya SDM yg ahli di bidang tehnisi, kita bisa bekali mahasiswa dengan pelatihan dengan pemberian sertifikat.
Jawaban tambahan dari bapak Dr. Syamsul Arifin, M.A.
Semuanya bermuara dari visi dan misi lembaga.sementara ini visi dan misi lembaga hanya sebagai konsep, tidak di pahami secara dalam. Jika kita mau mencetak lulusan yg ahli tehnisi, itu salah, karena tidak menyangkut pada misi dan misi lembaga. Jadi setiap mata kuliah harus ada hubungan linier dengan visi dan misi lembaga.
3.      Dra. Hj. Nurul Lailatul, M.Pd.
Sebaiknya di kurikulum berbasis KKNI harus bisa ditunjukkan secara jelas mahasiswa memiliki kompetensi ilmu matematika disertai dengan kompetensi Agama.
4.      Penanya : Titik Agustina, M.Pd.
Apakah capaian Pembelajaran sama dengan Learning Outcome dan sama dengan kompetensi lulusan?
Jawaban :
Capaian Pembelajaran berbeda dengan Learning Outcome
5.      Penanya : Nurhilaliati, M.Ag.
Dengan KNOW HOW dan SKILL , bagaimana kita bina mahasiswa menjadi guru yg diharapkan jika mereka di lapangan hanya 2 bulan? Disarankan untuk Perlu menyepakati yang jadi pendamping ijazah.

Jawaban.
Kita di perguruan tinggi sudah di tingkat aplikasi yaitu mulai C3 KOGNISI yang lebih tinggi. Akan terlihat jika sudah di rumuskan Kompetensi akan masuk pada komponen skill atau yg lain. Tehnis bekerjanya jangan rumuskan sikap dulu, tapi mulai dari pengetahuan dulu sehingga mereka akan terampil jika sudah terampil akan muncul sikap.

WORKSHOP ; Bimbingan Penyusunan Skripsi


Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang menjadi salah satu hasil proses pengembangan intelektual mahasiswa secara mandiri dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di bawah bimbingan dosen. Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada program sarjana (S1). Penulisan skripsi harus memenuhi syarat-syarat penulisan ilmiah, yaitu obyektif, metodologis, sistematis dan komunikatif.
Materi penulisan skripsi dapat berasal dari penelitian lapangan dan atau penelitian kepustakaan yang merupakan telaah terhadap salah satu topik permasalahan. Skripsi tersebut diharapkan dapat mengemukakan suatu temuan baru.
Kemampuan menyusun skripsi sangat penting untuk menggambarkan secara keseluruhan proses penelitian yang telah dilaksanakan oleh seorang mahasiswa. Secara umum terdapat aturan-aturan, baik yang bersifat metodologis maupun teknis dalam menyusun skripsi. Aturan-aturan itu pada umumnya bersifat universal, meskipun untuk hal-hal tertentu yang bersifat teknis ada yang harus disesuaikan dengan kebutuhan perguruan tinggi tertentu.
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa misi utama Pendidikan Tinggi adalah mencari, menemukan, menyebarluaskan, dan menjunjung tinggi kebenaran. Misi tersebut dijalankan dengan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian. Civitas akademika dalam hal ini dosen dan mahasiswa wajib melaksanakan ketiga tugas utama tersebut.
Sebagai bentuk pelaksanaan dharma penelitian bagi mahasiswa dalam kurikulum diharuskan bagi mahasiswa S1 untuk menyusun tugas akhir berupa skripsi yang memiliki bobot 6 SKS. Penyusunan skripsi dilakukan mahasiswa dengan bimbingan dua orang dosen. Setelah skripsi selesai disusun, mahasiswa diwajibkan mempertanggungjawabkan skripsinya dalam sidang munaqosah.
Program Studi Tadris Matematika FITK IAIN Mataram sebagai penyelenggara pendidikan di tingkat program studi memfasilitasi mahasiswa dalam penyusunan skripsi mulai dari pengajuan judul hingga pelaksanaan sidang munaqosah. Terdapat beberapa kendala yang seringkali ditemukan pada mahasiswa baik masalah yang bersifat metodologis, teknis maupun prosedural di antaranya: (1) mahasiswa banyak yang masih bingung dalam menentukan masalah yang diangkat dalam skripsi; (2) judul yang diajukan banyak pengulangan dengan tema-tema yang sudah ada sebelumnya sehingga kemungkinan plagiasi masih ada; (3) mahasiswa masih bingung menentukan metode penelitian yang akan digunakan; (4) kesulitan mahasiswa dalam menyusun instrumen penelitian guna mendapatkan data yang dibutuhkan; (5) kendala teknis seperti kesalahan dalam tata bahasa Indonesia dalam karya ilmiah yang sesuai dengan EYD serta berbagai kendala lainnya.

Mahasiswa semester VII yang akan menyusun skripsi membutuhkan pemahaman yang komprehensif tentang metode penulisan skripsi yang sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu, Program Studi Tadris Matematika FITK IAIN Mataram menyelenggarakan Workshop Penyusunan Skripsi. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas mahasiswa dalam menyusun skripsi dengan baik, membekali mahasiswa dengan materi-materi tentang teknik penulisan skripsi yang sistematis dan komprehensif, serta memfasilitasi mahasiswa untuk melaksanakan self assessment terhadap naskah proposal yang telah disusun sebelumnya, sehingga mahasiswa mampu menilai kesalahan-kesalahan yang terdapat pada proposalnya berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari materi workshop.
Adapun Narasumber dan pemateri dalam kegiatan ini dapat dilihat pada tabel berikut.
No
Nama Narasumber
Materi
1
2
3

4
5
6

7

8
Dr. Hj. Nurul Yakin, M.Pd.
Moh. Abdun Nasir, Ph.D.
Dr. Miftahul Huda, M.Ag.

Dr. H. Lalu Muchsin Effendi, M.A.
M. Habib Husnial Pardi, M.A.
Kristayulita, M.Si.

Dr. Hj. Lubna, M.Pd.

Titik Agustina, M.Pd.
Jenis-Jenis Penelitian
Bab 1 : Pendahuluan
Implementasi Konsep Integrasi Sains dalam Penelitian
Bab II : Kajian Teori
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab IV : Pembuatan Kisi-Kisi dan Instrumen Penelitian
Analisis data Kualitatif dan Kuantitatif
Tata Bahasa, kesimpulan, dan Saran

Kegiatan workshop penyusunan skripsi tahun akademik 2015/2016 dimulai pada hari Rabu, 6 Januari 2016. Kegiatan awal yang dilakukan adalah registrasi peserta kegiatan pada pukul 07.00 – 08.00 WITA.
Pada pukul 08.00 – 08.45 WITA dilaksanakan pembukaan kegiatan oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang dihadiri oleh Ketua Program Studi Tadris Matematika, Sekretaris Program Studi Tadris Matematika, Panitia Kegiatan dan Dosen Program Studi Tadris Matematika Tadris Matematika. Dalam sambutannya, Dekan FITK menyambut baik dan mendukung sepenuhnya kegiatan workshop yang merupakan kegiatan tahunan dengan tema kegiatan yang baru pertama kalinya dilakukan di IAIN Mataram. Kegiatan workshop ini dinilai penting karena dapat membekali sekaligus memberikan gambaran serta ide-ide kepada mahasiswa dalam melakukan penelitian.

Setelah pembukaan workshop selesai dilaksanakan, maka dilanjutkan dengan pemaparan materi 1, yaitu Jenis-Jenis Penelitian. Narasumber materi pertama ini adalah Dr. Hj. Nurul yakin, M.Pd. (Dekan FITK) dengan Moderator Sofyan Mahfudy, M.Pd. (Dosen Program Studi Tadris Matematika). Pada pelaksanaan sesi materi pertama ini, antusiasme peserta cukup baik. Pada bagian kerja kelompok sebagai tagihan kegiatan, mereka cukup aktif terlibat dalam kegiatan. Peserta diminta untuk membuat judul penelitian, kerangka metode penelitian, instrumen dan validasi instrumen secara berkelompok yang kemudian dipresentasikan. Peserta yang tidak melakukan presentasi diminta mengkritisi pemaparan temannya. Sesi materi pertama berakhir pada pukul 10.30 WITA.
Kegiatan selanjutnya adalah coffee break, yang diisi dengan pembagian snack dan pemutaran musik selama 15 menit. Setelah itu, dilanjutkan pemaparan materi ke-2, yaitu : Bab 1 (pendahuluan). Narasumber pada materi ini adalah Dr. Abdun Nasir, Ph.D. (Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam serta Ketua Penyunting Jurnal ‘Ulumuna IAIN Mataram) dengan moderator adalah Any Tsalasatul Fitriyah, M.Si. (Dosen Program Studi Tadris Matematika).
Sesi materi kedua berjalan dengan tertib. Peserta kegiatan begitu khidmat menyimak pemaparan materi. Pada bagian praktik secara individual, peserta terlihat serius mengerjakan tugas yang diberikan, yang juga menjadi tagihan kegiatan workshop. Selama berlangsungnya pemaparan materi ini, banyak pertanyaan dari peserta yang diajukan, yaitu:
1.      Apakah perlu menunjukkan kesimpulan tentang penelitian serupa yang pernah dilakukan orang lain pada latar belakang?
2.      Apakah dasar pemilihan judul juga perlu disebutkan dalam BAB 1?
Sesi materi ke-2 berakhir pada pukul 12.45 WITA.
Kegiatan selanjutnya adalah shoima (sholat, istirahat dan makan). Panitia mengalokasikan sesi istirahat ini selama 45 menit. Namun pada pelaksanaanya, sesi istirahat berlangsung selama 1 jam 15 menit, dikarenakan kesediaan air yang tidak mencukupi seluruh peserta, sehingga beberapa peserta ada yang melakukan aktivitas sholat di mushola kampus, bahkan di kos dekat kampus.
Setelah waktu istirahat selesai, dilaksanakan pemaparan materi berikutnya yaitu : Implementasi Konsep Integrasi Sains dalam Penelitian oleh Dr. Miftahul Huda, M.Ag. (Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam) dengan moderator Kamirsyah Wahyu, M.Pd. ( Dosen Program Studi Tadris Matematika). Kegiatan ini dimulai pada pukul 14.50 WITA atau lebih lama 20 menit dari jadwal sebenarnya. Peserta cukup tertarik, karena pada materi ini disajikan contoh implementasi konsep integrasi sains. Hal ini setidaknya terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul ketika sesi tanya jawab, antara lain:
1.      Bagaimana cara menerapkan konsep integrasi sains, padahal tidak semua materi matematika mudah dicari penerapannya?
2.      Metode penelitian apa yang paling tepat untuk mengkaji penelitian yang merupakan ranah integrasi sains?
3.      Apa contoh yang paling dekat yang dapat dijadikan penelitian yang memadukan antara konsep matematika dengan Islam? Bagaimana langkah-langkahnya?
Sesi materi ketiga ini berakhir pada pukul15.30 WITA, dan langsung dilanjutkan dengan materi keempat.
Keterlambatan dimulainya materi ketiga tadi, berdampak pada materi keempat. Panitia akhirnya mengubah skenario alokasi waktu pelaksanaan materi ketiga dan keempat. Seharusnya materi ketiga berlangsung pada jam 13.30 – 15.00 WITA, tetapi realisasinya dilaksanakan pada pukul 13.50 – 15.30 WITA. Sedangkan materi keempat seharusnya berlangsung pukul 15.15 – 16.45, akhirnya dilaksanakan pada pukul 15.30 – 17.00 WITA. Hal berarti alokasi waktu selama 15 menit untuk sesi coffee break (istirahat sejenak) digabungkan ke dalam materi keempat.
Materi keempat tentang Bab II (Kajian Teori) dipaparkan oleh Dr. H. Lalu Muchsin Effendi, M.A. (Dosen Program Studi Tadris Matematika) dengan moderator Mulhamah, M.Pd. (Dosen Program Studi Tadris Matematika). Kegiatan pada materi ini berjalan cukup atraktif. Narasumber mengawali materi dengan game untuk memberikan penyegaran kepada peserta yang telah mengikuti workshop sejak pagi hari. Peserta terlihat antusias selama mengikuti sesi materi terakhir pada hari pertama ini. Hal ini setidaknya dari beberapa pertanyaan yang disampaikan para peserta. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah:
1.      Bagaimana cara mensinkronkan antara 2 (dua) buah teori yang berbeda?
2.      Apakah ada syarat jumlah minimal daftar rujukan pada sebuah penelitian?
Sesi materi keempat ini berakhir pada pukul 17.00 WITA.
Sebelum kegiatan workshop hari pertama ditutup, panitia mengingatkan kembali kepada peserta workshop, yaitu:
1.      Peserta dimohon hadir tepat waktu
2.      Peserta dimohon menandatangani lembar presensi setiap sesi materi
3.      Peserta dimohon membuang sampah pada tempat yang telah disediakan panitia
Kegiatan workshop hari kedua diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 – 08.00 WITA. Materi pertama pada hari kedua adalah Bab III (metodologi penelitian) yang dipaparkan oleh M. Habib Husnial Pardi (Dosen Program Studi Tadris Matematika) dengan moderator Susilahuddin Putrawangsa, M.Sc. (Dosen Program Studi Tadris Matematika). Penyampaian materi Bab III ini lebih lama 15 menit dari jadwal sebelumnya, dikarenakan narasumber terlambat hadir. Oleh karena itu, untuk mengisi kekosongan waktu, panitia menyampaikan sosialisasi tentang pengisian lembar Instrumen Self Asessment dan angket evaluasi pelaksanaan workshop.
Pelaksanaan pemberian materi metodologi penelitian berjalan interaktif. Peserta antusias karena narasumber juga memberikan motivasi yang merupakan usulan-usulan atas kebijakan ke depan terkait pelaksanaan workshop dan juga fasilitas-fasilitas akademik bagi peserta workshop. Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi tanya jawab, yang antara lain menanyakan tentang:
1.      Kapan suatu penelitian dianggap telah cukup/ selesai??
2.      Bagaimana cara memilih sampel yang baik, yang dapat merepresentasikan jumlah populasi yang ada?
3.      Apa yang dimaksud dengan informan dalam penelitian kualitatif?
Sesi pemaparan materi bab III ini berakhir pada pukul 10.00 WITA.
Acara selanjutnya adalah coffee break (istirahat sejenak) selama 15 menit yang diisi dengan pemberian snack dan pemutaran musik. Setelah itu, dilangsungkan pemberian materi kedua di hari kedua yaitu pembuatan kisi-kisi dan instrumen penelitian. Materi ini dipaparkan oleh Kristayulita, M.Si. (Dosen Program Studi Tadris Matematika yang juga sedang menempuh Program Doktor Bidang Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Malang) dengan moderator Yandika Nugraha, M.Pd. (Dosen Program Studi Tadris Matematika).
Sesi pemberian materi diawali dengan game yang bertujuan untuk memberikan penyegaran kepada peserta kegiatan. Peserta cukup antusias dalam menggali pengetahuan. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta yaitu:
1.      Bagaimana cara menyusun instrumen yang baik?
2.      Bagaimana mengetahui bahwa jawaban siswa yang diteliti tidak bohong?
3.      Apakah semua instrumen yang digunakan dalam penelitian harus divalidasi? Jika iya, siapa yang berhak memberikan validasi itu?
Pemberian materi pembuatan kisi-kisi dan instrumen berakhir pada pukul 12.15 WITA yang kemudian dilanjutkan dengan shoima (sholat, istirahat dan makan). Untuk mengantisipasi kegiatan shoima pada hari sebelumnya, maka panitia kembali menghimbau agar peserta melakukan aktivitas sholat, istirahat dan makan di tempat yang telah disediakan panitia atau di mushola kampus.
Pada pukul 13.00 WITA, untuk menunggu kedatangan seluruh peserta, panitia, HMJ dan peserta yang telah hadir melakukan “senam otak” dan “senam pinguin” bersama-sama. Selain dilakukan sebagai bentuk penyegaran kegiatan, kegiatan ini dilakukan untuk menunggu kedatangan seluruh peserta karena hingga jadwal pemberian materi selanjutnya, masih sekitar 70% peserta yang hadir di tempat kegiatan. Setelah mencapai sekitar 90% kehadiran peserta, pada pukul 13.20 WITA, akhirnya materi tentang analisis data kualitatif dan kuantitatif  dimulai. Materi ini disampaikan oleh Dr. Hj. Lubna, M.Pd. (Dosen Program Studi Pendidikan IPS) dengan moderator Mauliddin, M.Si. (Dosen Program Studi Tadris Matematika).
Pemberian materi ini berjalan dengan baik. Antusiasme peserta dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, antara lain:
1.      Bagaimana membedakan penelitian kualitatif dan kuantitatif
2.      Apakah setiap penelitian kuantitatif harus melalui uji normalitas?
3.      Bagaimana cara memilih alat uji yang baik pada penelitian kualitatif?
Pemberian materi berakhir pada pukul 15.15 WITA yang dilanjutkan dengan pemberian materi terakhir workshop, yaitu Tata Bahasa, Kesimpulan dan Saran.
Materi tentang Tata Bahasa, Kesimpulan dan Saran ini disajikan oleh Titik Agustina, M.Pd. (Dosen Program Studi Tadris Matematika) dengan moderator Habibi Ratu Perwira Negara, M.Pd. (Dosen Program Studi Tadris Matematika). Materi ini berlangsung pada pukul 15.15 – 16.45 WITA. Peserta antusias selama pemberian materi dan pada sesi dialog, terlihat banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, bahkan ada beberapa peserta yang tidak dapat bertanya dikarenakan keterbatasan waktu pemaparan. 
Setelah pemaparan materi terakhir workshop berakhir, pada pukul 16.50 – 17.30 WITA dilakukan penutupan kegiatan workshop oleh Ketua Program Studi Tadris Matematika yang dihadiri oleh seluruh panitia. Dalam kesempatan ini, panitia menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dan permohonan maaf atas segala bentuk ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan peserta. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Tadris Matematika menyampaikan pentingnya kegiatan workshop sebagai bekal untuk melakukan penelitian yang akhirnya akan disusun secara sistematis dalam bentuk skripsi.  Pada bagian akhir acara penutupan, panitia mengumumkan kelas dengan prosentase partisipasi peserta terbanyak, yaitu Kelas VII-A dan dialnjutkan dengan kegiatan foto bersama tiap kelas dengan panitia workshop.

RAKER ; Program Studi Tadris Matematika

Sejak berdiri, beberapa kemajuan telah dicapai oleh Prodi. Tadris Matematika, baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Prodi. Tadris Matematika saat ini telah memiliki 3 orang dosen dengan kualifikasi doktor, dan 5 orang dalam tahap pendidikan doktor. Dalam hal kepangkatan terdapat 5 orang dosen sudah memegang jabatan Lektor Kepala. Dan Kualitas bahan ajar juga terus menerus dikembangkan.
Terlepas dari keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, ternyata masih ditemukan beberapa permasalahan kunci yang sangat berpengaruh terhadap kualitas keseluruhan dari Prodi. Tadris Matematika, dimana salah satu indikator yang hari ini ditemukan adalah nilai Akreditasi Prodi. Tadris Matematika masih pada tataran C. Permasalahan pokok yang masih dijumpai diantaranya adalah:
  1. Length of study, yaitu masa yang dijalani oleh seorang mahasiswa menempuh studi S1terhitung sejak pendaftaran ulang awal semester pertama sampai dengan saat dinyatakan lulus dalam sidang Prodi. Tadris Matematika
  2. Length of script, yaitu masa yang dijalani mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir, terhitung mulai dari tanggal di setujuinya proposal penelitian mahasiswa sampai saat dinyatakan lulus dalam sidang sarjana.
  3. Laboratory Management System, yaitu pengelolaan laboratorium, baik teaching laboratory maupun research laboratory, dimana belum terjadi optimalisasi sumberdaya laboratorium.


Berdasarkan isu-isu diatas, Prodi. Tadris Matematika  merasa perlu melakukan sebuah perencanaan yang baik dan terukur yang dapat memberikan jalan keluar bagi tiga permasalahan-permasalahan tersebut. Bentuk pendekatan yang dilakukan untuk merumuskan rencana perbaikan ini adalah dalam bentuk Rapat Kerja (Raker) di tingkat Program Studi.
Rapat Kerja Prodi. Tadris Matematika 2016 diadakan dengan tujuan Membahas beberapa permasalahan-permasalahan Prodi dan membahas tentang rencana program yang akan dijalankan Prodi. Tadris Matematika yaitu sebagai berikut :
1.      Skripsi
2.      Pengembangan Unit-Unit Pada Program Studi.
3.      Program Kegiatan Program Studi.
4.      Penataan Tata Ruang.
5.      Rencana Seminar Internasional.
6.   Rencana Studi Komparatif.

Hasil Rapat Kerja Prodi. Tadris Matematika adalah :
1.      Skripsi
a)  Diwajibkan kepada mahasiswa untuk menyetor bacaan Al-Qur’an Jus 30 sebagai persyaratan ujian skripsi.
b)      Memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menulis skripsi dalam bahasa asing
2.      Pengembangan Unit-Unit Pada Program Studi.
a)      Unit Jurnal    : Koordinator Sofyan Mahfudy, M.Pd & Kamirsyah Wahyu, M.Pd
b)      Unit Riset Pengembangan IPTEK    : Dr.Fathurrahman Muhtar, M.A
c)      Unit Bakat Minat Mahasiswa           :  Nurhilaliati, M.Ag
d)     Unit Praktikum                                  : Habibi Ratu Perwira Negara, M.Pd
e)   Unut Pengembangan Bahasa Asing : Susilahuddin Putrawangsa, M.Sc dan Dahlia Hidayati, M.Fil.I
3.      Program Kegiatan Program Studi.
a)      Seminar Kelas
b)      Workshop penyusunan skripsi
c)      Restrukturisasi kurikulum berbasis KKNI
d)     E-learning dan pembuatan blok
e)      Penyeragaman penilaian dengan format baru
f)       Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT)
4.      Penataan Tata Ruang.
Penamaan Tata Ruang Podi. Tadris Matematika disepakati dengan nama Tokoh Matematika Islam.
5.      Rencana Seminar Internasional.
Renacaa program pelaksanaan seminar internasional tahun 2017.
6.      Rencana Studi Komparatif.
Rencana Studi Komparatif Prodi. Tadris Matematika akan dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan UM (Universitas Negeri Malang)